Membangun Jiwa Wirausaha

Senin, Oktober 12, 2009 18:13 | Filled in PERTANIAN

MEMASUKI halaman sebuah rumah mungil, di kawasan Jalan Desa Babatan, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, tidak jauh dari kantor kepala desa, suasana lingkungan terasa nyaman.
dedi

Di beranda rumah bagian tengah, ikan Arwana silver dan black terlihat di dalam akuarium yang sengaja ditata apik oleh pemiliknya.

Bunga Antharium dan Sikas pun bertengger dengan elok, hiasan dinding berupa alat pertanian mengisyaratkan bahwa pemilik rumah adalah orang yang gemar bercocok tanam, paling tidak mencintai agrobisnis.

Drs.Dedi Kusnadi, M.Pd, pemilik rumah itu, ternyata sangat akrab dengan alam terutama yang berkaitan dengan budidaya pertanian, peternakan dan perikanan. Di lahan miliknya seluas kurang lebih satu hektar dia mencoba memanfaatkannya dengan untuk dijadikan lahan budidaya bunga hias, buah-buahan, sayuran dan ikan tawar.

Budidaya ikan dilakukannya di kolam berukuran kurang lebih 10X12 meter persegi yang merupakan satu hamparan lahan di belakang rumahnya. Dia melakukan budidaya mulai pendederan benih ikan sampai pembesaran ikan. Hasilnya, diperoleh per empat bulan 2 kwintal ikan seperti muajer, nila dan gurame.

Sementara lahan lainnya ditanami sayuran di antaranya bawang daun, cabe, terung dan lada (sahang). .Dengan aktivitas usai menyelesaikan tugas sebagai PNS, waktu luangnya dipergunakan mengolah lahan sebagai pelaku usaha agrobisnis

“Untuk memenuhi pangsa pasar ikan di Kuningan saja, gurame dan nila itu masih kurang, bahkan pasar di sini dikirim dari Purwokerto dan Ciamis, ini kan peluang yang besar,” tutur Dedi, yang kini menjabat Kabid Informasi dan Komunkasi BKKP Kabupaten Kuningan itu.

Menurut suami Ny. Rostianingsih yang dikaruniai dua orang anak, Rina Sartika Utami (Alumnus UNPAD jurusan Akuntansi) dan Agung Ranuwijaya yang sedang mengikuti seleksi di salah satu perguruan tinggi, orang Sunda dikenal dekat dengan alam sehingga dia berpikir untuk memberdayakan secara benar sehingga hasilnya dapat dinikmati keluarga.

Apalagi, dia punya pengalaman ketika bertugas di Bidang Pemuda Olah Raga Badan Peberdayaan Masyarakat Pemuda dan Olah Raga (BPM-PORA) Kabupaten Kuningan yang sering bersentuhan langsung dengan masalah kepemudaan.

“Dulu kan ada pelatihan untuk pemuda, sambil bertugas saya belajar budidaya hasilnya sekarang mulai dirasakan,” kenangnya. .

Sebagai mantan Ketua KNPI Kabupaten Kuningan, dirinya berharap agar organisasi pemuda mampu memberikan spirit kepada pemuda untuk mengubah budaya konsumtip menjadi produktip.

“Untuk mengawalinya memang sulit, tapi kalau tidak sekarang kapan lagi, organisasi pemuda diharapkan berorientasi pada pemberdayaan sehingga bisa menciptakan lahan usaha secara mandiri,” paparnya.

Mengakhiri perbincangan dengan InfoBIZ dia mengatakan, bahwa sebenarnya orang tua dulu telah memberi contoh dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Misalnya dengan memelihara ayam, memanfaatkan lahan pekarangan dengan ditanami sayuran. Untuk itu patut ditiru oleh pemuda sekarang ini, agar pemuda tidak hanya mencari lapangan kerja di kota, tapi juga mampu membangun jiwa wira usaha. *

  • Share/Save/Bookmark
You can leave a response, or trackback from your own site.

1 Komentar to Membangun Jiwa Wirausaha

  1. Mang Uu says:

    Oktober 25th, 2009 at 07:52

    Naon anu dilakukeun ku Pa Dedi kacida pisan saena. Kitu kedahna, lahan anu aya tiasa dimangfaatkeun tur ngahsilkeun. Nu utami, nyontoan yen panghasilan tiasa tina naon bae. Teu kedah janten pagawe nagri atawa swasta. Janten wirausaha tiasa ngahsilkeun langkung seueur. Salut kanggo Pa Dedi.

Tinggalkan komentar